Tugas Blogger Mikro Ekonomi David Al Amin

 TUGAS  PENGANTAR MIKROEKONOMI - DAVID AL AMIN - AKUNTANSI - 1222400102


Nama : David Al Amin

Kelas : Akuntansi - U

NIM : 1222400102

Email : davidalamin13@gmail.com


Dosen Pengampu : Dr. Muhammad Yasin ,M.M.

Email : yasin@untag-sby.ac.id

#KitaUntag #UntagSurabaya



NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 1 : Review Jurnal

TANGGAL : 25 September 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

Judul

Analisis pola komunikasi dan marketing terhadap peningkatan karyawan UKM Makassar melalui kerja sama tim

Jurnal

Manajemen dan ekonomi terapan

Volume & Halaman

Vol 2 No.1 & 115 halaman

Tahun 

April 2024

Penulis  

Sitti rauda syamsul, hendra gunawan, novita rosanti 

Reviewer 

David al amin

Tanggal 

25 september 2024

Latar belakang

Berfokus pada pentingnya usaha kecil dan menengah dalam perekonomian Indonesia, yang berkontribusi signifikan terhadap produk domestic bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja UKM di Makassar. Khususnya memiliki potensi besar untuk berkembang terutama dengan adanya akses digital yang semakin meningkat 

Tujuan penelitian 

Mengetahui pengaruh pola komunikasi terhadap peningkatan kerja karyawan UKM di Makassar.

Menganalisis pengaruh digital marketing terhadap peningkatan kinerja karyawan UKM di Makassar.

Mengidentifikasi pengaruh kerja sama tim terhadap kinerja karyawan UKM.

Menilai bagaimana pola komunikasi digital marketing berpengaruh terhadap kerja sama tim dalam konteks UKM di Makassar.

Menggambarkan hubungan antara pola komunikasi digital marketing dan kerja sama tim dalam meningkatkan kinerja karyawan di Makassar.

Permasalahan 

Pola komunikasi yang kurang efektif : banyak UKM menghadapi tantangan dalam menjaga komunikasi yang baik antara karyawan dan antara karyawan dengan pimpinan.

Pemanfaatan digital marketing yang belum optimal : meskipun digital marketing memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja dan pendapatan, banyak UKM yang belum memanfaatkan teknologi ini secara maksimal. 

Kerja sama tim yang tidak optimal : kerja sama yang kurang baik dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi, sehingga mempengaruhi kinerja individu dan kelompok.

Kurangnya pengetahuan tentang hubungan antara variable : Terdapat kebutuhan untuk memahami lebih dalam bagaimana pola komunikasi dan digital marketing saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap kerja sama tim dan kinerja karyawan.

Dampak lingkungan eksternal : perubahan dalam lingkungan bisnis, termasuk persaingan yang semakin ketat dan perkembangan teknologi, menuntut UKM untuk beradaptasi dan meningkatkan kinerja mereka.

Metodologi penelitian 

Desain penelitian : penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola komunikasi dan digital marketing terhadap peningkatan kinerja karyawan UKM di Makassar melalui kerja sama tim.

Populasi dan sampel : UKM yang berada di tolong wisata dan telah go online di kota Makassar dengan jumlah total 3.827 UKM. Sampel yang diambil sebanyak 91 UKM yang memiliki minimal karyawan 5 dan telah memiliki aset akses online.

Instrumen penelitian : data dikumpulkan melalui beberapa metode termasuk observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi.

Analisis data : data yang terkumpul dianalisis menggunakan jalur ( path analiysis) untuk mengetahui hubungan seksual antara variabel independen dan variabel dependen serta pengaruh langsung dan total dari model yang dibangun.

Waktu penelitian : penelitian ini dilakukan selama 2 bulan, dari bulan September hingga Oktober 2023

Hasil penelitian

Pengaruh positif pola komunikasi : penelitian menemukan pola komunikasi yang baik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Pengaruh positif digital marketing : memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan strategi pemasaran digital yang dapat membantu ukm telah menjangkau banyak pelanggan.

Kerja sama tim yang aktif : kerja sama tim dapat meningkatkan sinergi dan efisiensi dalam mencapai tujuan organisasi.

Mediasi kerja sama tim : berperan sebagai variabel mediator antara digital marketing dan kinerja karyawan artinya pengaruh dapat diperkuat melalui kerjasama tim.

Rekomendasi untuk ukm : disarankan agar pelaku ukm di makassar meningkatkan pola pola komunikasi internal dan memanfaatkan digital marketing secara optimal.

Kelebihan 

Relevansi topik : penelitian ini sangat relevan dengan kondisi di UKM Makassar terutama dalam konteks pemanfaatan digital marketing.

Metodologi yang jelas : penggunaan metode  ( path analiysis) memberikan kejelasan dalam mengukur antara variable,l serta memungkinkan peneliti dapat melihat hasil yang objektif.

Sampel yang representatif : melibatkan 91 UKM yang telah go online,  sehingga hasilnya dapat dianggap representatif.

Rekomendasi praktis : memberikan rekomendasi yang praktis bagi kinerja karyawan melalui perbaikan dalam komunikasi.

Kekurangan 

Keterbatasan waktu dan ruang : penelitian ini dilakukan dalam waktu yang terbatas dan hanya satu Lokasi, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk daerah lain.

Penggunaan kuesioner : pengumpulan data melalui kuesioner dapat menyebabkan bias, tergantung pada pemahaman dan kejujuran responden.

Variabel yang terbatas : fokus pada pola komunikasi, digital marketing, sementara ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja, Seperti budaya organisasi, kepemimpinan, dan motivasi individu.

Desain penelitian yang cross sectional : yang berarti hanya mengambil data pada satu titik waktu.

 

 

 

Judul

Praktik pemerintah dan tata kelola pemereintahan desa dlingo di kabupaten bantul: pembelajaran dari desa percontohan 

Jurnal

Akuntansi terapan indonesia 

Volume & Halaman

Vol. 1 no. 1 & 116 halaman

Tahun 

2018

Penulis  

Hafiz sofyani , rudy suryanto, sigit arie wibowo, harjanti widiastuti 

Reviewer 

David al amin

Tanggal 

25 september 2024

Latar belakang

Mengenai pengelolaan dan tata kelola pemerintahan desa dlingo berfokus pada tantangan yang dihadapi dalam perumusan rencana strategis dan pelaksanaan pembangunan desa. Desa dlingo mengalami kesulitan dalam mengelola dana desa yang diberikan pemerintah pusat. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan desa, miskinnya data yang valid untuk perencanaan dan pola berpikir yang masih berfokus pada pembangunan fisik semata.

Tujuan penelitian 

Menginvestigasi permasalan : bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan yang dihadapi desa dlingo dalam pengelolaan dan tata kelola pemerintahan desa.

Menyusun strategi pemecahan : bertujuan mengeksplorasi strategi yang dijalankan pemerintah desa dalam menyikapi permasalahan yang muncul.

Memberikan kontribusi teoretis : diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian literatur mengenai konsep good governance, khususnya di tingkat organisasi desa.

Mendorong partisipasi masyarakat : mengenai memahami bagaimana pemerintah desa dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Permasalahan 

Perumusan rencana strategis : kurangnya data yang valid dan analisis yang mendalam membuat desa telinga mengalami kesulitan dalam merumuskan rencana strategi yang efektif untuk pembangunan desa.

Pelaporan keuangan dan kinerja : perlu meningkatkan sistem pelaporan agar dapat memberikan informasi yang jelas mengenai penggunaan dana desa.

Masalah pencapaian kerja : desa dlingo menghadapi kesulitan dalam mencapai kinerja yang diharapkan, baik dalam hal pelaksanaan program pembangunan maupun meningkatkan partisipasi masyarakat.

Metodologi penelitian 

Pendekatan penelitian : menggunakan pendekatan investigatif untuk menggali permasalahan yang dihadapi oleh m pemerintah desa.

Sumber data : terdiri dari primer dan sekunder. Data primer diperoleh waktu wawancara dengan informan sedangkan sekunder diperoleh dari dokumentasi dan pelaporan keuangan desa.

Teknik pengumpulan data

Wawancara : menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan terbuka yang memungkinkan peneliti untuk menggali informasi lebih dalam dari responden.

Dokumentasi : sebagai pendukung peneliti mengumpulkan dokumen dokumen yang berkaitan dengan perencanaan strategis.

Observasi : dilakukan agar mendapat gambaran langsung mengenai kondisi desa, termasuk luaran dari pembangunan fisik dan nonfisik.

Analisis data : menggunakan pendekatan analisis tematik deduktif yang meliputi pengkodean data pengelompokan dalam kategori, dan menemukan tema tema utama yang muncul dari data.

Validitas dan kredibilitas : untuk memastikan peneliti menggabungkan data diri wawancara dokumentasi dan observasi.

Hasil penelitian

Identifikasi permasalahan

Perumusan rencana strategis : kesulitan dalam merumuskan rencana strategis yang efektif untuk pembangunan desa.

Pelaporan keuangan dan kinerja : tantangan dalam menyusun laporan bilangan yang transparan dan akuntabel.

Pencapaian kinerja desa : kesulitan dalam mencapai kinerja yang diharapkan dalam pelaksanaan program pembangunan.

Strategi penyelesaian

 sinergi dengan pemerintah daerah dan univeritas.

Pendekatan persuasif : melakukan pendekatan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih mandiri.

Pencapaian dalam perkembangan : dalam kurung waktu 4 tahun. Desa dlingo telah mengalami perkembangan yang pesat dan berhasil menjadi percontohan.

Prinsip tata kelola peneliti menemukan 9 aspek prinsip telah terpenuhi di desa dlingo.

Kontribusi teoretis memberikan kontribusi pada kajian mengenai konsep good governance

Kelebihan 

Partisipasi masyarakat : menunjukkan partisipasi yang baik dalam program-program pembangunan.

Sinergi dengan pihak lain : bekerja sama dengan pemerintah daerah dan universitas dalam membantu perencanaan dan pelaksanaan program .

Inovasi dalam pelaporan : memberikan pelatihan akuntabilitas menggunakan software menunjukkan upaya inovatif dalam meningkatkan sistem pelaporan uang.

Kekurangan 

Kurangnya tindak lanjut banyak masyarakat yang tidak mengimplementasikan ilmu baru yang diperoleh.

Minimnya alokasi dana untuk pkk : alokasi dana masih minim, mesti unit ini memiliki banyak kegiatan yang dampak berdampak positif.

Masalah pelaporan keuangan : terdapat tantangan dalam pelaku terutama terkait perubahan peraturan yang mendadak.

Ketergantungan pada bantuan eksternal : ketergantungan dari pemerintahan desa dan tidak diimbangi dengan membangun kemandirian desa. 

 

 

Judul

Kajian terapan teknologi UAV dan sik dalam pembuatan peta desa skala 1:1000 untuk wilayah RW empat Kelurahan Tembalang tahun 2017

Jurnal

Geodesi Undip

Volume & Halaman

Vol.8 No.1 & 9 Halaman

Tahun 

2019

Penulis  

Naryoko, Yuda Prasetyo, Arief  Laila Nugraha

Reviewer 

David Al Amin

Tanggal 

25 September 2024

Latar belakang

Menjelaskan pentingnya pemetaan desa sebagai implementasi dari undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa. desa atau kelurahan merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang perlu diperhatikan kesejahteraannya, sehingga pemerataan yang akurat dan informatif sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan sumber daya dan perencanaan pembangunan yang lebih baik.

Tujuan penelitian 

Pemetaan wilayah : bertujuan untuk melakukan pemetaan wilayah RT. 04 yang pencakup Jurang blimbing dan Desa DengkeKsari.

penerapan teknologi : bertujuan untuk Penggunaan UAV Dalam pembuatan peta desa.

penelitian manfaat penelitian diharapkan dapat memberi kontribusi Bagi ilmu Fotogrametri khususnya dalam mengaplikasikan teknologi UAV untuk pembuatan peta desa.

Permasalahan 

Analisis kualitas peta: bagaimana analisis tingkat kualitas peta  desa Jurangblimbing dan desa dengkeksari terhadap Geospasial (Perka BIG) Nomer 16 tahun 2014?

penerapan UAV : bagaimana penerapan hasil dari teknologi UAV untuk pembuatan desa? Bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan UAV dalam proses pemetaan dan bagaimana teknologi ini dapat diintegrasikan.

Metodologi penelitian 

Persiapan penelitian

meliputi studi literatur untuk memperkaya pengetahuan tentang topik yang diteliti.

pengumpulan data yang relevan dan persiapan peralatan yang diperlukan untuk penelitian. 

 

 

penentuan lokasi dan perizinan

menentukan lokasi yang didominasi oleh area perumahan dan mempertimbangkan kondisi topografi.

mengurus izin survei di lokasi yang telah ditentukan.

Pengambilan data

menggunakan UAV untuk pemotretan foto udara Proses ini melibatkan perencanaan jalur terbang

foto udara yang diambil kemudian diolah untuk menghasilkan orthofoto.

pengelolaan data

Melakukan orto Ratifikasi untuk menghasilkan peta yang akurat.

validasi data menggunakan sistem informasi geografis atau SIG untuk analisis special.

Hasil penelitian

peta yang dihasilkan : penelitian ini berhasil menghasilkan peta desa dengan  skala 1:1000 yang mencakup wilayah RW.04 termasuk desa Jurangblimbing dan desa Dengkeksari.

ketelitian peta : peta yang dihasilkan memenuhi ketentuan peraturan kepala badan informasi Geospasial (Perka BIG) atau nomer 15 tahun 2014 mengenai tingkat ketelitian orthofoto. 

analisis kualitas peta : peta desa menunjukkan hasil yang baik dalam akurasi dan detail yang penting untuk perencanaan dan pengelolaan sumber daya di tingkat desa.

rekomendasi penggunaan UAV menunjukkan bahwa penggunaan UAV dalam pemetaan desa sangat efektif dan Dan dapat diadopsi sebagai metode standar pemetaan di daerah lain.

Kelebihan 

akurasi tinggi : penggunaan UAV menghasilkan peta dengan ketelitian tinggi (orthometric).

efisiensi waktu dan biaya : metode UAV lebih cepat dan ekonomis dibandingkan metode konvensional.

detail yang baik UAV menangkap dengan resolusi tinggi sehingga peta yang dihasilkan memiliki detail yang lebih baik.

fleksibilitas : UAV dapat digunakan berbagai jenis medan termasuk daerah yang sulit dijangkau.

Kekurangan 

ketergantungan pada cuaca : cuaca buruk seperti hujan atau kabut dapat menghambat proses pemotretan dan mengurangi kualitas data yang diambil.

Keterbatasan jangkauan : ada batasan pada jangkauan terbang dan waktu mempengaruhi pengambilan data di area yang lebih luas.

regulasi dan ijin : penggunaan UAV sering kali memerlukan izin dari otoritas dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan penelitian.

biaya awal : meskipun investasi apa lu beli pemotretan data bisa cukup tinggi.

 

 

 

 

 




NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 2 : PERMINTAAN & PENAWARAN 

TANGGAL : 26 September 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

 

Rumusan masalah

Apa saja permintaan penawaran dan struktur harga dari di kalimantan selatan ?

Kebijakan apa saja dari pemerintah di kalimantan selatan tentang ekonomi biru ?

Penentuan harga seperti apa ekonomi biru melalui wisata pesisir pantai kalimantan selatan ?

 

Tujuan 

A. Permintaan

Sumber daya perikanan : permintaan terhadap produk perikanan seperti ikan udang dan kerang lokal dan pasar ekspor.

Pariwisata : permintaan aktivitas wisata bahari seperti snorklingdiving dan wisata alam.

Produk berbasis laut : permintaan olahan laut seperti ikan kaleng, terasi, dan makanan laut.

Penawaran 

Perikanan tangkap : penawaran dari negara yang menangkap ikan dan produk laut lainnya.

Budi daya laut : pertumbuhan usaha budi daya, seperti tambak udang dan ikan, yang menyuplai pasar.

Inisiatif konservasi : upaya pemerintah dalam melestarikan laut yang dapat mempengaruhi jangka Panjang.

Struktur harga

Harga pasar : harga produk bervariasi tergantung musim, ketersediaan, dan permintaan. Harga ikan segar lebih tinggi saat permintaan meningkat.

Biaya produksi : biaya yang dikeluarkan Nelayan dan petani tambak mempengaruhi harga jual, termasuk biaya bahan baku, operasional dan transportasi.

Regulasi dan kebijakan : kebijakan pemerintah mengenai penangkapan ikan dan perlindungan sumber daya dapat mempengaruhi harga dan ketersediaan produk.

A. Pengelolaan sumber daya perikanan 

Peraturan penangkapan ikan : kebijakan yang mengantur kuota  dan metode penangkapan untuk mencegah penangkapan berlebih.

Sertifikasi berkelanjutan : mendorong nelayan untuk mendapat sertifikasi yang menjamin praktik penangkapan yang berkelanjutan.

Konservasi laut dan pesisir

Pendirian taman nasional laut dan konsevasi untuk melindungi ekosistem laut.

Inisiatif Untuk memulihkan terumbu karang yang rusak dan Menjaga Keanekaragaman hayati.

Dukungan bagi Budi daya laut 

Pemerintah memberikan dukungan finansial dan pelatihan petani tambak dan budidaya ikan.

Mendorong penggunaan teknologi baru dalam budi daya untuk meningkatkan hasil dan keberlanjutan.

Pariwisata yang berkelanjutan

Mempromosikan pariwisata berbasis ekosistem laut yang mendukung ekonomi local.

Investasi dalam infrastruktur yang mendukung pariwisata, seperti Pelabuhan, fasilitas publik. 

Kebijakan lingkungan

Regulasi yang  membatasi pencemaran laut dan pesisir termasuk pengelolaan limbah industry.

Program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan laut.

Kolaborasi dengan stakeholder

Bekerja sama dengan organisasi nonpemerintah dan pengelolaan sumber daya laut.

Menciptakan forum bagi masyarakat untuk ikut dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya laut.

A. Biaya operasional

Pengeluaran Untuk transportasi ke lokasi wisata, biaya sewa kapal, atau kendaraan.

Pengeluaran untuk menjaga kebersihan dan fasilitas wisata seperti toilet, tempat parkir dan area rekreasi.

Kualitas layanan

Harga dapat dipengaruhi oleh kualitas pengalaman yang ditawarkan seperti pemandu wisata, fasilitas yang nyaman.

Penawaran aktivitas khusus seperti snorkling, diving, tour budaya, Dapat pengaruhi harga tiket wisata.

Kondisi ekonomi dan persaingan

Dalam kondisi ekonomi yang baik, orang bersedia membayar lebih untuk pengalaman wisata yang  berkualitas.

Adanya faktor persaingan di sektor wisata dapat mempengaruhi harga.

Regulasi dan pajak

Pajak dan biaya lisensi yang dikenakan pemerintah dapat mempengaruhi harga yang sudah ditetapkan.

Program subsidi dari pemerintah untuk mendukung pariwisata, harga mungkin lebih terjangkau.

Promosi dan pemasaran

Pemasaran yang efektif berdampak pada peningkatan permintaan, yang menyebabkan penyedia menetapkan harga yang lebih tinggi.

Penawaran khusus/diskon untuk menarik pengunjung dapat juga mempengaruhi harga.

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 3 : KURVA

TANGGAL : 3 Oktober 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

 

 

1. KURVA J

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penjelasan :

Kurva J dalam konteks ekonomi seringkali Merujuk pada kurva yang menggambarkan antara waktu dan produksi atau pertumbuhan ekonomi. Kurva ini menjelaskan fenomena di mana suatu perusahaan atau ekonomi mengalami penurunan diawal dalam kinerja (seperti pertumbuhan atau laba) Diikuti dengan pemulihan yang lebih besar pada tahap selanjutnya sehingga menciptakan bentuk “J”.

Kegunaan :

analisis pertumbuhan ekonomi : menganalisis pertumbuhan ekonomi dalam situasi di mana ada penurunan produksi atau pertumbuhan awalnya.

Evaluasi proyek investasi : sering dipakai analisis investasi untuk menunjukkan bahwa meskipun mungkin ada penurunan awal dalam profitabilitas atau produksi setelah investasi dilakukan, Hasil positif akan muncul seiring waktu.

studi kasus dalam rehabilitasi ekonomi : dapat menunjukkan bagaimana proses pemulihan dapat melibatkan penurunan Sebelum mencapai pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.

Strategi manajemen resiko : perusahaan dapat memahami resiko yang mungkin dihadapi jika mengadopsi strategi baru dan merencanakan bagaimana resiko tersebut dalam jangka pendek untuk memanfaatkan jangka Panjang.

2.  KURVA ISOPROFIT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penjelasan

grafik yang menjelaskan kombinasi dari dua faktor produksi (atau dua barang) Yang memberikan tingkat keuntungan profit yang sama bagi Perusahaan. dalam ekonomi, isoprofit berarti bahwa semua titik Pada kurva tersebut menghasilkan jumlah keuntungan yang identik Ketika perusahaan menggunakan menggunakan kombinasi tertentu dari Input (seperti tenaga kerja dan modal atau dua jenis barang yang berbeda).

Kegunaan :

kurva ini membantu manajer perusahaan dalam menentukan kombinasi input yang optimal untuk memaksimalkan keuntungan.

membantu dalam perencanaan jangka Panjang, termasuk investasi dan alokasi sumber daya, yang dengan mempertimbangkan bagaimana perubahan dalam faktor produksi dapat mempengaruhi keuntungan.

Menganalisis bagaimana perubahan pada biaya faktor produksi atau harga jual produk dapat mempengaruhi tingkat keuntungan.

Dengan memahami hubungan antara faktor produksi dan keuntungan perusahaan dapat lebih baik dalam mengambil keputusan yang beresiko dan merencanakan strategi mitigasi.

3. KURVA EFISIENSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penjelasan : 

seringkali merujuk pada grafik yang menunjukkan Kombinasi input yang efisien dalam menghasilkan output tertentu Atau sebaliknya. Kurva ini menggambarkan batas kemungkinan produksi (Production possibilities frontier) PPK dan menunjukkan efisiensi produksi dalam suatu sistem ekonomi.

Kegunaan : 

memberikan pemahaman yang jelas tentang apa yang dimaksud efisiensi produk. Titik luar kurva menunjukkan kombinasi yang tidak tercapai sedangkan titik dalam kurva menunjukkan kombinasi yang efisien.

Pemerintah dapat menggunakan kurva ini untuk merencanakan pembangunan sumber daya secara optimal.

Kurva efisiensi membantu menjelaskan keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan negara negara dapat memproduksi barang dengan cara yang lebih efisien.

Perusahaan dapat menggunakan kurva ini untuk memanfaatkan sumber daya mereka dan untuk mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya.

 

NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 4 : MEKANISME PASAR

TANGGAL : 10 Oktober 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

 

Kategori PDRB lapangan usaha

PDRB Kabupaten Sumenep atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha (juta rupiah)(juta rupiah)

2018

2019

2020

2021

2022

A.

Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan

12.761.455,9

12.833.205,2

13.077.795,4

13.677.600

15.190.494,3

B.

Pertambangan Dan Penggalian 

6.470.160

5.704.326,6

5.130.043,9

6.095.886,2

7.946.738,8

C.

Industry Pengolahan 

1.810.797,8

2.016.710,2

2.015.783,2

2.198.065,2

2.455.126,8

D.

Pengadaan Listrik Dan Gas

9.803,8

10.391,1

10.097,2

10.523,6

11,393,7

E.

Pengadaan Air, Pengelolahan Sampah, Limbah Dan Daur Ulang

13.356

13.693,1

14.341,4

15.284,9

16.505,4

F.

Konstruksi

2.257.577,3

2.442.752,5

2.327.208,6

2.421.035,3

2.761.892,2

G.

Perdagangan Besar Dan Eceran Reparasi Mobil Dan Sepeda Motor

3.887.105,1

4.246.067,3

3.997.138,5

4.389.686,7

4.886.325,5

H.

Tranportasi Dan Pergudangan 

358.075,1

396.024,2

365.078,2

389.503,6

486.325,2

I.

Penyediaan Akomodasi Dan Makan Minum

229.809,3

252.990,6

226.690

245.348,9

283.926,6

J.

Informasi Dan Komunikasi 

1.589.040,5

1,745.399,2

1.919.367

2.060.474,8

2.1777.436

K.

Jasa Keuangan Dan Asuransi

652,171

693.298,7

695.578,9

720.479,9

790.525,5

L.

Real Estate

306.919,6

330.811,6

344.730

354.339,8

382.538,8

M.

Jasa Perusahaan 

652,171

70.912,8

66.918

70.815,3

74.271,2

N.

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, Dan Jaminan Sosial Wajib  

1.084.123

1.215.217,2

1.234613,3

1.259.347,4

1.292.132,5

O.

Jasa Pendidikan

870.561,1

959.813,8

979.670,1

1.016.387,4

1.061.499,8

P.

Jasa Kesehatan Dan Kegiatan Social 

117.172,2

128.803,1

141,633

152.156,8

170.056,2

Q.

Jasa Lainnya

220.254,4

238.219,3

203.555,4

223.221,1

267.857,3

R.

Produk Domestic Regional Bruto

32703.554,2

333.298.363,5

32.750.242,1

35.300.157,1

40.255.322,8

S.

Produk Domestic Regional Bruto Tanpa Gas

27.016.875,7

28.419.710

28.392.709,8

29.934.418,6

33.080.181,7

 

 

 

A. Mekanisme pasar wilayah Sumenep antara lain

Permintaan dan penawaran

Permintaan seringkali terkait dengan sektor pertanian, perikanan perdagangan mengingat semangat merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam.

Harga komoditas

Fluktuasi harga barang , Terutama komoditas lokal seperti garam, padi dan ikan sangat berpengaruh. Kondisi cuaca dan hasil panen mempengaruhi penawaran Yang berimbas pada harga di pasar.

Peran Pemerintah

Kebijakan pemerintah dalam mendukung pemasaran, seperti melalui Pengadaan pasar dan pelatihan bagi petani dan nelayan juga faktor penting. Selain itu, intervensi pemerintah dalam menstabilkan harga sejumlah komoditas seringkali dilakukan.

Infrastruktur dan aksesibilitas

Kualitas infrastruktur yang baik akan meningkatkan aksesibilitas pasar, sehingga berdampak positif pada transaksi ekonomi.

Kondisi Sosial ekonomi

Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial dan ekonomi menjadi perhatian Viral.

 

B. Aliran Pendapatan Kabupaten Sumenep dari beberapa sumber

Sektor pertanian

Satu sektor utama yang mencakup padi, Jagung, kedelai dan Palawija. Pendapatan dari sektor ini mendominasi perekonomian pedesaan di Sumenep.

Perikanan tentang kelautan

Kegiatan peningkatan ikan dan budi daya perikanan atau Akuakultur memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat.

Perdagangan

Kegiatan perdagangan barang kebutuhan sehari-hari dan produk lokal juga menciptakan lapangan kerja meningkatkan pendapat masyarakat.

Pariwisata

Pengembangan infrastruktur pariwisata dan promosi destinasi wisata berperan dalam meningkatkan pendapatan dari sektor ini.

Pendapatan asli daerah (PAD)

PAD dari berbagai sumber termasuk pajak daerah, retribusi dan lain-lain. Sumber ini berfungsi untuk mendorong pembiayaan kegiatan pemerintah daerah pembangunan infrastruktur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 5 : ELASTISITAS PERMINTAAN 

TANGGAL : 19 Oktober 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

 

 

1. Fungsi Permintaan 

 Diket : Q₁=4 Q₂=6

P₁=40.000 P₂=36.000

Ditanya : Qd?

Jawab : Q-Q₁ = P-P₁

———   ———

Q₂- Q₁    P₂- P₁

 

Q-4      = P-40.000 

———   ——————

6-4          36.000- 40.000

Q-4      = P-40.000 

———   ——————

2              - 4.000

 

16.000 -4.000 Q₁=2P-80.000

-4.000Q₁=2P-96.000

           Q₁=24- 0,0005P

 

(JIKA HARGA BARANG 32.000)

Qd?

 

Jadi fungsi permintaan yaitu

           Q₁=24- 0,0005P

Maka  Q₁=24- 0,0005(32.000)

Q₁=8

 

2. Fungsi Penawaran

 Diket : Q₁=30 Q₂=40

P₁=120.000 P₂=160.000

Ditanya : Qs?

Jawab :  Q-Q₁ = P-P₁

———   ———

Q₂- Q₁    P₂- P₁

 

Q-30      = P-120.000 

———   ——————

40-30          160.000- 120.000

Q-30      = P-120.000 

 

———   ——————

10              40.000

 

40.000Q -1.200.000=1.200.000+10P

      40.000Q=0 + 10P

                  Q=0 + 0,00025P

 

(JIKA HARGA BARANG 60.000)

Qs?

 

Jadi fungsi penawaran yaitu

           Q=0 + 0,00025P

Maka  Q=0 + 0,00025P (60.000)

Q=15

 

 

3. Elastisitas Permintaan 

 

 Diket : Q₁=600 Q₂=400

P₁=60.000 P₂=40.000

 Ditanya : Ed?

Diket :   ∆Q= 400kg-600kg= -200kg

∆P=40.000-60.000=-20.000

P=60.000

Q=600

Jawab : ∆Q P -200     60.000

——X—— = ————X————

∆P          Q           -2000      600

  Ed= 1 ELASTISITAS 

 

3. Elastisitas Penawaran  

 

 Diket : Q₁=100 Q₂=50

P₁=4.000 P₂=2.000

 Ditanya : Es?

Diket :  ∆Q= 50-100=-50

∆P=2.000-4.000=-2.000

P=4.000

Q=100

 

Jawab : ∆Q P -50     4.000

——X—— = ————X————

∆P          Q           -2.000      100

  Es= 1 ELASTISITAS 

 

 

 

 

NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 6 : INDUSTRI BESAR KECIL

TANGGAL : 13 November 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

 

Tahun

Sektor industry

Unit Usaha Kecil

Unit Usaha Menengah

Unit Usaha Besar

 

Pertanian kehutanan, dan perikanan

7.184

347

48

 

Makanan dan minuman 

2.463

136

21

2019

Pengolahan hasil pangan 

1.826

82

16

 

Tekstil dan pakaian 

1.224

65

9

 

Logam dan mesin

967

43

4

 

Pertanian kehutanan, dan perikanan

7.436

319

37

 

Makanan dan minuman 

2.671

164

26

2020

Pengolahan hasil pangan 

1.923

92

17

 

Tekstil dan pakaian 

1.342

68

9

 

Logam dan mesin

1.068

42

6

 

Pertanian kehutanan, dan perikanan

7.681

324

39

 

Makanan dan minuman 

2.793

179

33

2021

Pengolahan hasil pangan 

2.049

142

19

 

Tekstil dan pakaian 

1.465

79

11

 

Logam dan mesin

1.174

52

8

 

Pertanian kehutanan, dan perikanan

8.096

365

42

 

Makanan dan minuman 

2.851

192

35

2022

Pengolahan hasil pangan 

2.236

117

27

 

Tekstil dan pakaian 

1.562

86

12

 

Logam dan mesin

1.269

62

10

 

Pertanian kehutanan, dan perikanan

8.571

362

48

 

Makanan dan minuman 

3.216

197

35

2023

Pengolahan hasil pangan 

2.569

129

19

 

Tekstil dan pakaian 

1.674

95

13

 

Logam dan mesin

1.381

68

11

 

 

 

 

Keterkaitan antara industri dan berbagai aspek antara satu dengan yang lainnya Berikut beberapa penjelasan mengenai keterkaitan tersebut :

1. Peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi

a. Data : jumlah UMKM meningkat setiap tahun terutama pertanian makanan minuman tekstil dan pakaian

b. Keterkaitan : UMKM merupakan salah satu pilar perekonomian daerah termasuk Sumenep. Pertumbuhan jumlah UMKM dapat berkontribusi pada peningkatan lapangan kerja pendapatan masyarakat dan daya beli yang semuanya merupakan aspek penting dalam mikro ekonomi.

 

2. Total investasi dan penyerapan tenaga kerja

a. Data : total investasi di berbagai sektor menunjukkan tren positif dengan penerapan tenaga kerja yang juga meningkat.

b. Keterkaitan : investasi di sektor industri akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru dalam konteks mikro ekonomi hal ini berarti meningkatnya kesempatan kerja bagi pendapatan rumah tangga yang berpengaruh pada pola konsumsi Masyarakat.

 

3. Pertumbuhan sektor ekonomi

a. Data : di setiap sektor terdapat pertumbuhan yang bervariasi setiap tahunnya.

b. Keterkaitan : pertumbuhan sektor industri yang berkelanjutan berkontribusi pada kestabilan ekonomi di tingkat mikro mempengaruhi keputusan bisnis kecil dan individu dalam hal Diverifikasi usaha, investasi, serta alokasi sumber daya.

 

4. Dampak terhadap permintaan dan penawaran

a. Data : dengan bertambahnya jumlah UMKM dan investasi permintaan barang akan cenderung meningkat.

b. Keterkaitan : dalam mikro ekonomi ini terkait dengan hukum permintaan penawaran permintaan yang tinggi mendorong produsen untuk meningkatkan penawaran yang dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berlanjut.

 

5. Rise elasticity dan Persaingan

a. Data : dengan adanya pertumbuhan UMKM terutama di sektor perdagangan terdapat kemungkinan peningkatan jumlah kompetitor di pasar.

b. Keterkaitan : ini dapat mempengaruhi Elastisitas harga di pasar persaingan yang meningkat dapat mendorong inovasi dan efisiensi di kalangan pelaku usaha kecil yang merupakan prinsip dasar dari mikro ekonomi. 

 

 

Untuk memahami struktur pasar,perilaku pasar dan kinerja pasar Di Kabupaten Sumenep kita dapat mengacu pada berbagai indikator ekonomi pasar yang umum di sektor industri dan perdagangan setempat. mari kita beda ketiga aspek secara lebih mendalam

1. Struktur pasar

mengacu pada cara suatu organisasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk jumlah seller jumlah Buyer Jenis produk yang diperdagangkan dan tingkat persaingan.

a. Pasar persaingan sempurna : terdapat Produsen dan konsumen. pada sektor UMKM di Sumenep dapat ditemukan banyak usaha kecil yang menawarkan produk serupa ini menciptakan kompetisi yang ketat dan mempengaruhi harga.

b. Pasar monopoli : terdapat satu atau dua pimpinan besar yang mendominasi pasar misalnya dalam Sektor tertentu seperti distribusi barang  kebutuhan pokok, terdapat Perusahaan besar yang menguasai Hampir semua pasokan.

c. Pasar oligopoly : Sektor logam mungkin ada beberapa perusahaan besar yang mengontrol sebagian besar. Pasar pasar pasar ini sangat ketat dan keputusan satu perusahaan bisa mempengaruhi perusahaan lain.

 

2. Pelaku pasar

a. Kecenderungan konsumsi : dari data yang ada selama bertahun-tahun ada peningkatan permintaan terhadap produk tertentu seperti makanan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa Konsumen di Sumenep memiliki perilaku konsumsi yang sensitif terhadap Perubahan harga dan pendapatan.

b. Adaptasi produsen : produsen kecil cenderung beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan permintaan pasar mereka mungkin beralih produk atau meningkatkan kualitas untuk bersaing.

c. Pola persaingan : produsen lokal dapat melakukan kolaborasi atau sinergi melalui koperasi untuk meningkatkan daya saing terutama dalam pengadaan bahan baku dan distribusi.\

 

3. Kinerja pasar

a. Pertumbuhan ekonomi : jika dilihat dari Pertumbuhan jumlah UMKM dan investasi di sektor industri di indikasikan bahwa kinerja pasar di Sumenep berkembang dengan baik. hal ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi local.

b. Tingkat pengangguran : peningkatan penyerapan tenaga kerja Di berbagai sektor menunjukkan bahwa kinerja pasar cukup baik Dalam menciptakan lapangan kerja, yang penting untuk mengurangi pengangguran.

c. Inovasi dan kualitas : kinerja pasar juga dapat diukur dari seberapa cepat pelaku Pasar berinovasi, pertumbuhan sektor logam menunjujkkan adanya perbaikan dalam proses produksi dan kualitas produksi.

 

 

Perilaku konsumen memainkan peran penting dalam terutama sektor industri di Sumenep. Berikut beberapa aspek perilaku konsumen dapat mempengaruhi dinamika pasar dalam konteks tersebut. 

 

1. Referensi dan pola konsumsi.

a. Perubahan referensi : konsumen memiliki preferensi yang Dinamis yang dapat mempengaruhi jenis Produk yang dicari. Konsumen memilih produk organik/lokal , Produsen akan merespons dengan mengubah lini mereka.

b. Pengaruh tradisi : Memiliki kekayaan budaya dan tradisi mempengaruhi pilihan konsumsi seperti makanan tradisional. Hal ini membuka peluang bagi produsen untuk mengembangkan produk yang sesuai Selera lokal.

 

2. Dampak pada harga

a. Sensitivitas harga : konsumen dalam menanggapi perubahan harga dapat mempengaruhi permintaan. Jika konsumen sensitif terhadap harga perubahan harga dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam volume penjualan.

b. Diskon dan promosi :  jika konsumen lebih memilih membeli produk diskon atau promosi, produsen perlu menyesuaikan strategi pemasaran mereka untuk menarik pelanggan.

 

3. Dinamika permintaan

a.Permintaan agregat : tingkat pendapatan dan kekayaan konsumen secara langsung mempengaruhi permintaan agregat di pasar. Jika pendapatan meningkat konsumen cenderung menghabiskan lebih banyak mendorong pertumbuhan di sektor industri.

b. Musiman : permintaan produk tertentu mungkin bersifat musiman seperti produk pertanian yang menghasilkan panen pada waktu tertentu.

 

4. Inovasi produk

a. Evolusi produk : konsumen yang menginginkan produk yang lebih efisien, berkualitas tinggi, dan berkelanjutan mendorong inovasi di kalangan produsen. Hal ini menciptakan tekanan untuk mengadopsi teknologi baru.

B, Umpan balik konsumen :Produsen dapat menggunakan umpan balik untuk meningkatkan produk mereka, misalnya jika konsumen menginginkan kemasan yang lebih ramah lingkungan, produsen merespon dengan inovasi yang sesuai.

 

5. Pengaruh teknologi dan media sosial

a. Akses informasi : dengan meningkatnya akses media sosial. Perilaku konsumen menjadi lebih TerInformasi. Ini mampu membuat konsumen membandingkan produk dan harga yang memberi mereka lebih banyak tawar.

b. Tren viral : media sosial dapat mempengaruhi perilaku konsumen secara cepat, dengan produk atau tren tertentu menjadi viral, sehingga menciptakan lonjaka permintaan yang tidak terduga bagi produsen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 7 : IHK

TANGGAL : 20 November 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

 

Tahun 

Upah Nominal Kabupaten 

Upah Nominal

IHK 

Upah Rill

2015

1.253.500 : 30

41.783

120.37

34.712,13

 

 

 

 

 

2016

1.398.000 : 30

46.600

123.01

73.883,09

 

 

 

 

 

2017

1.513.340 : 30

50.444

127.19

39.660,35

 

 

 

 

 

2018

1.645.146 : 30

54.839

129.13

42.467,28

 

 

 

 

 

2019

1.801.406 : 30

60.046

131.9

45.523,88

 

 

 

 

 

2020

1.954.705 : 30

65.156

104.22

62.517,75

 

 

 

 

 

2021

1.954.705 : 30

65.156

106.03

61.450,53

 

 

 

 

 

2022

1.978.927 : 30

65.964

114.70

57.510,02

 

 

 

 

 

2023

2.176.819 : 30

72.560

120.82

60.056,28

 

 

 

 

 

2024

2.249.113 : 30

74.970

108.61

69.026,79

 

 

 

 

 

 

A. Jelaskan Bagaimana Upah riil dari laju perekonomian tiga? Berikut hubungan antara pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, dan dinamika upah pekerja di wilayah Kabupaten Sumenep.

1. Konsep upah riil dan laju perekonomian

Upah rill Menunjukkan daya beli pekerja, Berdasarkan dengan perubahan harga barang dan jasa (inflasi). Jika pertumbuhan ekonomi tinggi tapi inflasi lebih tinggi Maka upah rill cenderung turun.

Laju perekonomian Pertumbuhan ekonomi suatu negara diukur dari produk domestik bruto (PDRB).

Sektor unggulan seperti 

Pertanian (tembakau, Jagung, dan hasil bumi lainnya)

Perikanan (Budi daya laut dan tangkap)

Pariwisata (khususnya wisata budaya dan kepulan)

Jika sektor sektor ini tumbuh pesat, pendapatan masyarakat meningkat, tetapi perlu diselaraskan dengan harga barang agar upah rill  ikut naik.

 

2. Faktor penentu upah riil di Sumenep

Pertumbuhan upah nominal

Kenaikan umk Sumenep Pada 2023 adalah Rp 2.176.819. Jika UMK meningkat setiap tahun Tanpa disertai kenaikan harga barang maka upah akan bertambah.

Namun jika kenaikan upah nominal lebih lambat dibandingkan Inflasi, upah riil pekerja akan menurun.

Inflasi dan biaya hidup

Inflasi berperan besar dalam menentukan daya beli. Misalnya, kenaikan harga kebutuhan pokok (Beras minyak goreng dan lain-lain) akan mengurangi nilai rill upah pekerja.

IHK Sumenep cenderung dipengaruhi oleh biaya transportasi antar pulau, fluktuasi harga pangan, dan dinamika pasar lokal.

Sektor ekonomi unggulan

Pertumbuhan sektor perikanan, pertanian, pariwisata Sumenep bisa memacu pendapatan masyarakat. Namun, Jika sektor ini hanya menguntungkan kelompok tertentu (pengusaha besar) Dan tidak disertai peningkatan upah pekerja maka dampaknya terhadap Upah rill terbatas.

 

3. Hubungan Upah riil dan laju perekonomian

Jika pertumbuhan ekonomi tinggi

sektor utama pertanian dan perikanan berkembang, lapangan kerja, dan pendapatan nominal meningkat. Namun, dampaknya pada upah rill akan maksimal jika inflasi terkendali.

Jika inflasi tinggi

kenaikan harga pada barang akibat Inflasi (misalnya distribusi barang ke pulau pulau terpencil) Bisa menggerus daya beli pekerja, hal ini menyebabkan upah rill menurun meskipun ekonomi tumbuh.

Ketimpangan antar wilayah wilayah kepulauan, yang sering menghadapi harga barang lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan. Hal ini dapat menciptakan kesenjangan daya beli antar penduduk.

4. Analisis terkini dan tantangan

Upah rill cenderung Tertekan oleh inflasi Barang pokok dan ketergantungan pada sektor musiman (seperti panen tembakau).

Distribusi barang dan bahan pokok ke daerah kepulauan Memperburuk harga, terutama karena biaya transportasi.

Investasi di sektor pariwisata  Mulai menunjukkan potensi perbaikan ekonomi, tetapi dampaknya terhadap upah pekerja mungkin baru terasa dalam jangka menengah.

 


 

 

Kesimpulan :

Upah rill Di Sumenep bergantung pada keberhasilan daerah ini menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekknomi dan pengendalian harga barang. Tanpa pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekalipun tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pekerja. Apabila data inflasi, UMK Dan ekonomi terkini tersedia, dapat menganalisis lebih spesifik bagaimana perkembangan ini mempengaruhi upah rill secara langsung.

 

B. Bagaimana perekonomian di Kabupaten apabila upah yang didapat setiap tahunnya mengalami kenaikan, penurunan atau sama dari tahun ke tahunnya?

 

Perekonomian Kabupaten Sumenep  akan berpengaruh secara Signifikan oleh perubahan upah riil Setiap tahunnya.

1. Kenaikan upah rill 

Jika upah riil meningkat, daya beli masyarakat juga akan naik, mendorong konsumsi dan perubahan ekonomi. Kenaikan ini dapat memperkuat sektor sektor seperti perdagangan dan akomodasi, yang telah tumbuh pesat di Sumenep.

2. Penurunan upah riil

Penurunan upah rill menekan daya beli, Menyebabkan penurunan konsumsi ekonomi dan Pertumbuhan ekonomi. 

Ini memperburuk kondisi sosial ekonomi dan meningkatkan kemiskinan di daerah tersebut.

3. Stabilitas upah riil Jika upah rill tetap sama, Perekonomian mungkin stagnan, Dengan pertumbuhan yang terbatas, masyarakat tidak akan mengalami peningkatan kesejahteraan sehingga potensi pertumbuhan juga terhambat.

 

Secara keseluruhan, fluktuasi dalam upah riil sangat penting bagi dinamika perekonomian Sumenep.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 8 : PASAR SEMPURNA

TANGGAL : 4 Desember 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

 

 

Diket : Perusahaan beroperasi di pasar sempurna 

TC= 30Q⁴-20Q³+6Q²+50

Harga jual perunit

TR=42

Ditanya : A. Hitung jumlah produk untuk mencapai keuntungan maksimal ?

  B. Jumlah keuntungan yang maksimal ?

Jawaban :   TR = PXQ TC = 30Q⁴-20Q³+6Q²+50

=42XQ MR =12Q³-60Q²+120Q

=42Q =36Q²-120Q+120

 

A. MC=MR

36Q²-120Q+120=42

36Q²-120Q+78=0

6Q-20Q+13=0

 

Q₁,₂ = -b±√b²-4.a.c

———————

2.a

 

=-(-20)±√-20²-4.6.13

——————————

2.6

=20±√400-312

———————

12

=20±9,38

——————

12

Q₁ = 20+9,38

—————

12

=2,45

 

Q₂ = 20-9,38

—————

12

=0,885

 

B. Laba Q = TR-TC

=(42Q)-( 3Q⁴-20Q³+60Q²+50)

=(42.2.45)-(3.(2,45)⁴-20.(2,45)³+60(2,45²+50))

=102,9-224,15

Rugi =-121,25

Laba Q₂ = TR-TC

=(42)-( 3Q⁴-20Q³+60Q²+50)

=(42. 0,885)-(3.( 0,885)⁴-20.(0,885)³+60(0,885²+50)) 

=37,17 - 84,83

Rugi =-47,66

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 9 : DESKRIMINASI PRODUK

TANGGAL : 11 Desember 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

 

Diket : Q₁ =16-4P

Q₂ =32-P

Harga Rata rata = 4

Ditanya : a. laba max pada harga deskriminasi produk ?

b. laba max tanpa deskriminasi produk ?

 

Jawaban : 

Struktur biaya 

AC=4

TC =ACXQ

=4XQ

=4Q

MC=4

Struktur permintaan dan penawaran 

Q₁ = 16-4P

4P=16-Q

P  =4-0,25Q

 

TR =PXQ
=(4-0,25Q)XQ

=4-0,25Q²

MR =4-0,5Q

MR₁=MC

4-0,5Q=4

-0,5Q  =4-4

-0,5Q  =0

Q=16-4P

0=16-4P

4P=16

P=16/4

P=4

 

Q₂= 32-P

P=32-Q

 

TR =PXQ
=(32-Q)XQ

=32Q - Q²

MR =32-2Q

MR₂=MC

32-2Q=4

   -2Q  =4-32

  -2Q  =-28

       Q=-28/-2

       Q=-14

Q=32-P

14=32-P

4P=16

P=32-14

P=18

 

Laba₁ =TR-TC

=(PXQ)-TC

=(4X0)-4X0

=0

Laba₂ = TR-TC

=(PXQ)-TC

=(18X14)-(4X14)

=407-44

=196

Laba max pasar total

Laba total = Laba₁  +  Laba₂

= 0+196

=196

Laba max tanpa deskriminasi

MR=MC

48-4Q=4

     -4Q=4-48

     -4Q=-44

         Q=11

Laba = TR-TC

=( PXQ)-TC

=(37X11)-(4X11)

=407-44

=363

Q=48-P

11=48-P

P=48-11

P=37

 

 

 

 

NAMA : DAVID AL AMIN

NIM : 1222400102

DOSEN PENGAMPU : Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.M

MATKUL : Pengantar Ekonomi Mikro

PERTEMUAN 10 : MONOPOLISTIK & OLIGOPOLI

TANGGAL : 18 Desember 2024

EMAIL davidalamin13@gmail.com

EMAIL DOSEN yasin@untag-sby.ac.id

#kitaUntag#UntagSurabaya

 

PERSAINGAN MONOPOLISTIK

Diket :

P=125-5Q

TR=PXQ

TR=(125-5Q²)

MR=125-10Q

MC=5

TC=7+2Q

Syarat tercapainya laba maksimum adalah MR=MC

125-10Q=5

        10Q=120

            Q=12

P=125-(5.12)

P=65

∏=PQ-TC

   =(65X12)-(7+2.12)

    =780-31

    =749


 

 

 

OLIGOPOLI

A. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diket :

B.  Q₁= 300-15P

Q₂=150-5P

——————   -

    =150-10P

P= 30/2

P=15

Pesaing akan bereaksi jika perusahaan menjual barang dengan harga lebih rendah dari 25/per unit

C. Q = 300-15P

=300-15(15)

=75

 

TR₁ =P.Q

Q    =300-15P-P

TR₁=20 -1/15Q

      =(20 -1/15Q)Q

      =20Q -1/15Q²

      =20 -2/15Q

 

MR₁ =20 -2/15(75)

JADI Pe₁=10

 

TR₂ =P.Q

Q    =150-5P-P

TR₂=30 -1/5p

      =(30 -1/5Q)Q

      =30Q -1/5Q²

      =30 -2/5Q

 

MR₂ =20 -2/5(75)

       =30-30

JADI Pe₂=0

 

Interval harga perunit Perusahaan tidak mengubah output antara 10 sampai dengan 0

Komentar